Ahok, Mei dan Reformasi

19 tahun silam tepat di bulan Mei bangsa ini mengalami peristiwa besar dalam perjalanannya. Mei menjadi bulan bersejarah hadirnya demokrasi pasca berakhirnya rezim orde baru di bawah pimpinan Soeharto. Reformasi didengungkan sampai ke penjuru negeri. Anak bangsa tumpah ruah ke jalan meneriakkan Reformasi.

Hari ini bangsa kembali diuji pada bulan yang sama. Satu peristiwa hukum yang telah menyedot perhatian jutaan Rakyat Indonesia serasa juga ditentukan di bulan Mei. Kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama atau Ahok bisa menjadi cikal bakal bulan Mei kembali menjadi satu peristiwa sejarah.

Jutaan Rakyat Indonesia tengah menanti apa hasil akhir keputusan pengadilan terhadap kasus Basuki yang didakwa telah melakukan penistaan agama. Meski banyak ahli dan banyak ilmuwan sangat menyayangkan tuntutan jaksa penuntut umum yang dianggap telah diintervensi oleh politik sehingga mengabaikan kaidah-kaidah yang semestinya termasuk yurisprudensi hukum dalam kasus penistaan agama yang pernah terjadi sebelumnya.

Tanggal 9 Mei putusan pengadilan akan dibacakan atas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki yang telah melahirkan reaksi jutaan umat Islam. Bahkan reaksi ini adalah reaksi terbesar dalam sejarah perjalanan bangsa ini terhadap kasus penistaan agama. Rasa keadilan dan ketidakadilan akan sangat ditentukan oleh keputusan hakim pada tanggal 9 Mei ke depan.

Jutaan rakyat sebenarnya telah kecewa dengan tuntutan JPU yang di luar logika hukum bahkan para ahli hukum mengakui inilah satu peristiwa tuntutan hukum yang terburuk sepanjang sejarah di era demokrasi Indonesia.

9 Mei sangat menentukan apakah kesabaran jutaan rakyat yang menanti proses hukum penistaan agama ini berbuah hasil yang baik atau sebaliknya akan berbuah kekecewaan yang melampaui batas kesabaran jutaan rakyat Indonesia?

Jika pada Mei 1998 jutaan Rakyat Indonesia menumpahkan rasa kekecewaannya terhadap hilangnya keadilan di bangsa ini dengan melakukan gerakan reformasi penumbangan rezim orde baru. Maka bulan Mei tahun ini bergantung sungguh pada keputusan hakim yang mengadili kasus Basuki.

Kalau keputusan hakim dianggap melukai rasa keadilan jutaan rakyat Indonesia maka tidak menutup kemungkinan pada bulan Mei ini pula jutaan rakyat Indonesia tumpah ruah ke jalan untuk menyuarakan keadilan yang entah dalam bentuk apa kita juga belum bisa mengetahuinya.

Semoga keputusan hakim akan menjawab rasa keadilan yang diharapkan oleh Jutaan rakyat Indonesia, sehingga Indonesia mampu bangkit dan mendudukkan hukum sebagai panglima yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan menjadi penegasan bahwa kekuasaan politik tidak akan bisa mempengaruhi independensi penegakan hukum di negeri tercinta ini.

Semoga peristiwa besar Mei 1998 tidak terulang kembali di bulan Mei 2017 ini. Semoga bulan Mei 2017 ini justru menjadi dikumamdangkannya kekuatan supermasi hukum di Indonesia tercinta.

Comments
Loading...
More in Opini
Angkutan Online Vs Angkutan Plat Kuning

Permasalahan angkutan online yang terus-terusan berseteru dengan angkutan konvensional sebenarnya sudah saya perhatikan semenjak 2014 lalu. Ini merupakan kegagalan pemerintah...

Lucky Bayu Purnomo
Logika Transaksi, Sinyal Pasar dan Strategi Trading

Bagaimana melakukan transaksi ? Apa peran sinyal pasar berdasarkan riset pasar modal ? Bagaimana strategi transaksi ? Pertanyaan tersebut adalah...

Close