BPH Migas Ajak Bupati Sumbawa Kawal BBM Satu Harga di Nusa Tenggara Barat

Sumbawa- Sesuai instruksi kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa tentang pengawasan penyaluran BBM satu harga di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) pada momen pra serta paska libur natal dan tahun baru 2018. Maka dalam kunjungan wilayah 3T di Labuhan Badas Sumbawa Nusa Tenggara Barat, telah melakukan kegiatan monitoring dan audiensi serta tatap muka dengan berbagai stakeholder di kabupaten Sumbawa.

Tim monitoring BPH Migas yang terdiri dari BPH Migas yang dipimpin Muhammad Rum, anggota komisi VII DPR RI Zulkieflimansyah, Kemendagri Dedi Setiadi, staf Ahli anggota DPR RI Eka Amrullah, Pertamina diwakili Reggi Senjang Paramagarjita, Sales Executive Retail XI NTB dan Budi Mustanto,
Operation Head TBBM Badas serta media.

Dalam kunjungan pertama Tim BPH Migas 27/12 mengunjungi dan memonitoring Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) di Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi jenis solar sudah mencukupi, khususnya untuk melayani kebutuhan para nelayan pasca Natal dan tahun baru 2018″.

Terkait BBM satu harga, untuk solar bersubsidi di SPDN dan SPBU dikenakan Rp5.150 per liter. ini artinya, tarif yang berlaku tersebut sama dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Seperti penuturan Pak Hamid operator dari SPDN ini bahwa keberadaan SPDN di Labuhan Badas ini sangat bermamfaat bagi Nelayan di Sumbawa dan sekitarnya, sehingga para Nelayan tidak perlu lagi menginap di SPBU untuk antrian pada saat membeli solar seperti yang terjadi sebelumnya.

Selanjutnya rombongan tim BPH Migas, Pertamina dan Kemendagri meninjau pendistribusian BBM lewat penyalur resmi dan pengecer BBM yang ada di kota Sumbawa Besar.

Dalam rangka melakukan koordinasi pemerintah kabupaten. Tim Monitoring BPH Migas melakukan audiensi terlebih dahulu dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs.H.Rasyidi dan selanjutnya dengan Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril di ruang kerja Bupati Sumbawa di kota Sumbawa Besar, 28/17.

Pada audiensi ini Tim BPH Migas menyampaikan kepada Sekda dan Bupati Sumbawa adanya jaminan ketersediaan BBM sampai pertengahan Januari 2018 di Sumbawa dan diharapkan agar BBM satu harga dapat dinikmati seluruh masyarakat Sumbawa sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Sumbawa.

Namun dalam audiensi tersebut terungkap, bahwa Kabupaten Sumbawa yang merupakan kabupaten terluas di Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan tingkat kepadatan penduduk dan pembangunan infrastruktur yang terpusat bagian utara kabupaten Sumbawa. Ini tentu berbeda dengan Sumbawa bagian selatan yang infrastruktur masih tertinggal dan terpencil. Akibatnya masyarakat yang berdomisili dibagian selatan Pulau Sumbawa ini belum menikmati listrik yang. memadai dan BBM satu harga.

Penyalur resmi BBM seperti APMS, SPBU dan agen resmi lainnya belum ada, akibatnya masyarakat terpaksa membeli BBM yang lebih mahal di tingkat pengecer.

Untuk itu, dalam rangka mengawal BBM satu harga. Bupati Sumbawa mengajak para investor untuk menanamkan modalnya pada pendirian SPBU khususnya di wilayah Sumbawa bagian selatan agar masyarakat dapat mudah memperoleh BBM dan tentunya dengan adanya pendirian SPBU-SPBU baru akan menurunkan harga sehingga terwujud cita-cita BBM satu harga di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Atas kunjungan Tim monitoring BPH Migas ke pemerintah kabupaten Sumbawa. Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril sangat senang dan memberi apresiasi yang tinggi kepada BPH Migas serta berharap agar koordinasi ini dapat ditingkatkan dimasa akan datang dan menjadi kegiatan rutin dalam rangka memastikan jaminan ketersediaan BBM sekaligus mengawal BBM satu harga khususnya di Kabupaten Sumbawa.

Dikesempatan sebelumnya Tim BPH Migas juga berkunjung ke Terminal BBM Badas Sumbawa. Menurut Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Badas, Budi Mustanto mengungkapkan distribusi BBM ke Sumbawa masih berjalan lancar dan aman. Meskipun pra dan pasca Natal dan Tahun Baru, pasokan BBM ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tak mengalami kendala.

“Tak ada bedanya dengan hari lain, distribusi tetap berjalan normal sama seperti biasa. Sejauh ini tidak ada kenaikan permintaan signifikan karena Natal dan Tahun Baru. Jadi stoknya aman sampai pertengahan Januari,” papar Mustanto ketika dikunjungi tim monitoring BPH Migas, Kamis pagi (28/12).

Selain Labuhan Badas Sumbawa, Tim BPH Migas juga melakukan monitoring BBM, pasca-Natal secara serentak di belasan daerah lainnya. Wilayah lainnya adalah Seram Bagian Barat (Maluku), Kayoa Barat (Maluku Utara), Malonguane, (Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara), Wangi-wangi (Wakatobi, Sulawesi Tenggara) Tanjung Palas (Bulungan, Kalimantan Utara), Puring Kencana (Kapuas Hulu, Kalimantan Barat), Sajingan Besar (Sambas, Kalimantan Barat), Karimun Jawa (Jepara, Jawa Tengah), Ra’as (Sumenep, Jawa Timur), Nusa Penida (Klungkung, Bali), Moswaren (Sorong Selatan, Papua Barat).

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mencanangkan program BBM Satu Harga di kawasan timur Indonesia dan daerah 3T. Program ini bertujuan agar tidak ada lagi disparitas tinggi untuk harga BBM, sehingga seluruh rakyat Indonesia dapat menikmatinya dengan tarif yang sama.(Afj)

Comments
Loading...
More in Ekonomi, Energi
Stok Solar dan Premium di Kabupaten Seram Barat Aman Hingga Pertengahan Januari

Seram Bagian Barat – Pemerintah terus mengawasi program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga. Dengan program ini, melalui inspeksi Tim BPH Migas...

BPH Migas Ajak Bupati Seram Bagian Barat Kawal BBM Satu Harga

Seram Bagian Barat- Sesuai instruksi kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa tentang pengawasan penyaluran BBM satu harga di wilayah 3T...

Close