Ajak Warga Berzakat, Sandiaga Uno Luncurkan Program Keluarga Mandiri Sejahtera

Kami berharap akan banyak perusahaan yang berpartisipasi dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat Jakarta ini.

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta hari ini memperkenalkan program Keluarga Mandiri Sejahtera (KMS) kepada seluruh pemangku kepentingan. Program ini merupakan wujud nyata Pemprov DKI Jakarta dan BAZIS DKI Jakarta dalam melaksanakan komitmennya untuk mempercepat terciptanya kesejahteraan umat.

“Kami bersyukur hari ini Pemprov DKI Jakarta dan BAZIS DKI Jakarta dapat mewujudkan program Keluarga Mandiri Sejahtera. Program ini merupakan konsep solusi pengentasan kemiskinan berbasis empat komponen intervensi yang intensif kepada keluarga pra sejahtera lewat dana filantropi perusahaan. Kami berharap akan banyak perusahaan yang berpartisipasi dalam program peningkatan kesejahteraan masyarakat Jakarta ini,” jelas Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sandiaga Uno di Balaikota Jakarta, Senin (4/6).

Wagub Sandiaga mengungkapkan, program ini akan membantu Pemprov DKI Jakarta dalam menurunkan angka kemiskinan lima tahun ke depan. Keluarga Mandiri Sejahtera nantinya memiliki empat komponen intervensi kepada keluarga pra sejahtera yaitu aspek Pendidikan melalui kegiatan Anak Pintar Mulia, aspek Ekonomi melalui Usaha Mikro Intensif, aspek Kesehatan melalui Bimbingan Hidup Sehat dan aspek Spiritual melalui Bimbingan Hidup Islami.

Untuk mendukung program ini, Wagub Sandiaga mengajak warga Ibu Kota dan para pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam membayar Zakat, Infaq, Shadaqah (ZIS) dan dana amal sosial (filantropi) perusahaan. Dana ZIS dan sinergi filantropi dengan perusahaan dapat menjadi solusi untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“BAZIS DKI Jakarta akan menjadi salah satu basis pembangunan masyarakat pra sejahtera di Jakarta. Melalui pengumpulan dana ZIS dan amal sosial perusahaan yang terprogram dan transparan penyalurannya kita berharap kehidupan masyarakat pra sejahtera terus membaik,” ungkap Wagub Sandiaga.

Wagub Sandiaga mengungkapkan, BAZIS DKI Jakarta dan semua organisasi pengelola zakat (OPZ) di Jakarta memiliki potensi penerimaan zakat hingga 70 triliun rupiah. Namun, realisasi tahunan penerimaan zakat semua OPZ di Jakarta masih relatif kecil, baru sekitar 1 triliun rupiah. Untuk memaksimalkan potensi tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan mendorong BAZIS DKI Jakarta untuk melakukan berbagai program dan inisiatif yang dapat menjangkau para donatur ZIS dan amal sosial khususnya dari pelaku usaha.

“Pada tahun 2018, Pemprov DKI Jakarta menargetkan penerimaan ZIS dan amal sosial dapat mencapai 300 miliar rupiah. BAZIS DKI Jakarta akan menjadi garda terdepan dalam pengentasan kemiskinan di Jakarta,” ujar Wagub Sandiaga.

Tahun ini, BAZIS DKI Jakarta genap berusia 50 tahun dan dengan pengalaman yang panjang dalam mengelola dana umat, BAZIS DKI Jakarta menjadi pilihan tepat bagi warga Jakarta dalam menyalurkan ZIS dan amal sosial. Oleh karena itu, sejalan dengan meningkatnya penerimaan ZIS setiap tahunnya, BAZIS DKI Jakarta terus memperkuat pengelolaan dana umat secara profesional, akuntabel, transparan, dan tepat sasaran.

Kepala BAZIS DKI Jakarta, Zahrul Wildan, mengatakan sampai 31 Mei 2018, dana ZIS dan amal sosial yang terhimpun sudah mencapai sekitar 54 miliar rupiah. Pada tahun 2017, total dana ZIS yang masuk ke BAZIS DKI Jakarta tercatat 192 miliar rupiah, meningkat dibandingkan tahun 2016 sebesar 154 miliar rupiah. Mayoritas pengumpulan berasal dari pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Ke depan kami berharap peran pengusaha di DKI Jakarta akan lebih besar dalam meningkatkan perolehan ZIS dan amal sosial di Jakarta. Kami memiliki banyak fasilitas yang memudahkan warga dan pelaku usaha di Jakarta untuk berdonasi,” ucap Zahrul.

Sebagai tahap awal, pekan lalu, BAZIS DKI Jakarta juga telah menggelar acara Peduli Umat. Dalam acara tersebut, dikumpulkan ZIS dari jajaran pejabat di lingkungan provinsi DKI Jakarta dan pengusaha. Acara tersebut mampu menggalang dana ZIS hingga 4,2 miliar rupiah, naik dibandingkan acara serupa pada 2017 yang mencatatkan perolehan ZIS sebesar 3,8 miliar rupiah.

Dana ZIS dari acara Peduli Umat tersebut akan disalurkan kepada hampir 4.000 orang penerima zakat (mustahik) dalam beberapa jenis bantuan. Rinciannya, bantuan biaya penunjang pendidikan sebanyak 301 orang, yatim dan dhuafa 1.086 orang, guru bantu 2.438 orang, petugas masjid 165 orang, dan bedah satu rumah dhuafa.

“Kami menyalurkan dana umat ini secara transparan dan tepat sasaran, khususnya kepada mereka yang sangat membutuhkan. Kami berharap kegiatan ini turut membantu Pemprov DKI Jakarta dalam menciptakan kesejahteraan di masyarakat,” ujarnya.

Comments
Loading...
More in Megapolitan
Atasi Masalah Sosial, Pengelola Kalibata City Gandeng Polda Metro Jaya

Jakarta – Pengelola Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan melakukan kerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya untuk menekan permasalahan sosial...

Prostitusi
Sosiolog: Prostitusi Apartemen Tak Bisa Dibebankan ke Pengelola

Jakarta – Sosiolog Musni Umar menilai penanganan tindak pidana prostitusi di apartemen atau rumah susun baik dilakukan secara konvensional maupun...

Close