Respon Positif, APLN Komitmen Perluas Program #TrashForCash

APLN bersama mitra lainnya akan terus menjalankan program #TrashForCash karena ini merupakan dukungan nyata kami kepada pemerintah yang menargetkan mengurangi sampah 30% di tahun 2025.

Jakarta – Program pengelolaan sampah, #TrashForCash, yang digagas PT Agung Podomoro Land Tbk, salah satu perusahaan properti dan real estate terbesar di Indonesia, bersama Yayasan Agung Podomoro Land, PT Prima Buana Internusa, Inner City Management (PBI-ICM), PT Ari Karya Utama serta GO-PAY, layanan uang elektronik bagian dari ekosistem GO-JEK, perusahaan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, mendapatkan respon positif dari masyarakat. APLN berkomitmen untuk terus menjalankan program bank sampah inovatif ini ke seluruh lapisan masyarakat.

Wakil Ketua Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL), Indra Widjaja Antono, menyatakan pihaknya sangat bangga bahwa program #TrashForCash dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang sudah berpartisipasi aktif dan memberikan respon positif untuk program #TrashForCash. APLN bersama mitra lainnya akan terus menjalankan program #TrashForCash karena ini merupakan dukungan nyata kami kepada pemerintah yang menargetkan mengurangi sampah 30% di tahun 2025,” kata Indra dalam keterangan resminya, Kamis (25/10).

Program #TrashForCash diluncurkan pada April 2018 lalu. Program ini dirintis di kawasan Apartemen Podomoro City di mana seluruh elemen masyarakat diajak untuk menjadi peserta #TrashForCash. Mulai dari penghuni apartemen-apartemen yang ada di kawasan Podomoro City, karyawan, tenant, pegawai kantor, sampai anak-anak sekolah di sekitar kawasan. Sebagai gambaran, di kawasan Podomoro City, Jakarta Barat, total unit sekitar 9.900 unit atau sekitar 19.800 penghuni dewasa dari 16 tower apartemen yang sudah aktif dan dengan tingkat okupansi lebih dari 80%.

Tujuan dari program #TrashForCash ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah. Untuk berpartisipasi dalam program ini, masyarakat dapat membawa sampah botol plastik bekas minuman ke booth bank sampah terdekat untuk perhitungan jumlah dan nilai rupiah dari sampah tersebut. Adapun harga untuk botol kecil sampai dengan 330 ml akan dihargai 30 rupiah per botol. Lalu botol ukuran sedang berukuran sampai dengan 600 ml bernilai 50 rupiah per botol, sementara botol ukuran besar sampai dengan 1.200 ml bernilai 70 rupiah per botol.

Ketua Komunitas di kawasan Podomoro City, Evie Sugiarti, mengapresiasi program #TrashForCash yang bertujuan mendorong kesadaran penghuni dalam mengelola sampah dengan memberikan insentif. Sisi positif lainnya dari program ini adalah pengelola apartemen juga turut dibantu dalam mengumpulkan sampah-sampah botol plastik dari penghuni apartemen. “Kami sangat mengapresiasi adanya program yang inovatif ini. Program #TrashForCash sangat bagus dan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mengelola sampah untuk lebih peduli dengan lingkungan,” ucapnya.

Perluas Program #TrashForCash

Tingginya animo masyarakat terhadap #TrashForCash juga mendorong APLN untuk memperluas program ke wilayah lain di luar kawasan Podomoro City. Selain di kawasan hunian, pelaksanaan program ini juga telah merambah ke dunia pendidikan, salah satunya kampus Podomoro University.  Program #TrashForCash sejalan dengan kampanye Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Podomoro University, yaitu “Clean As You Go”.

“Kami tidak menyangka antusiasme warga terhadap program #TrashForCash sangat tinggi. Respon positif dari masyarakat tersebut meningkatkan semangat kami untuk memperluas program #TrashForCash, seperti ke Metro Park Residence dan Podomoro University, agar terus dapat berkontribusi dalam pengelolaan sampah,” kata kata Kadek R. Biantara, selaku Koordinator Inner City Management.

Silvia Theresia, Kepala Bagian Kemahasiswaan Podomoro University, menjelaskan sivitas akademik sangat antusias dapat terlibat dalam program #TrashForCash. “Para mahasiswa-mahasiswi dan dosen tidak hanya membawa sampah botol plastik dari lingkungan kampus, namun juga dari luar kampus. Hal ini menunjukkan bahwa program #TrashForCash mampu membangkitkan kepedulian sivitas akademik Podomoro University terhadap lingkungan,” katanya.

Secara keseluruhan, jumlah sampah botol plastik yang telah ditukarkan dari tiga lokasi program #TrashForCash, yakni Podomoro City, Metro Park Residence, dan Podomoro University, mencapai 46.627 botol hingga akhir September 2018 ini. Dari jumlah sampah yang sudah ditukarkan tersebut, nilai uangnya mencapai Rp 2.101.803.

Comments
Loading...
More in Ekonomi, Humaniora
Fokus pada Pertumbuhan Usaha, BFI Finance Konsisten Catat Pertumbuhan di Kuartal III 2018

Tangerang Selatan, 25 Oktober 2018 – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) terus konsisten mencatat pertumbuhan positif dengan penyaluran...

BTN Gandeng Notaris

Close