PSN Luncurkan Satelit Kapasitas Broadband Tertinggi di Indonesia

Satelit Nusantara Satu merupakan satelit broadband dengan kapasitas tertinggi dan kami berharap dapat semakin memperkuat posisi PSN sebagai pemain utama di industri satelit di Indonesia dan menjadikan PSN lebih handal dalam menjawab tantangan untuk memenuhi kebutuhan akses internet bagi masyarakat Indonesia.

Jakarta – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, mengawali tahun 2019 dengan meluncurkan Satelit Nusantara Satu. Satelit yang semula disebut Satelit PSN VI ini merupakan satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi  High Throughput Satellite (HTS) dan teknologi Next Generation Electric Propulsion.

Teknologi HTS tersebut akan memberikan layanan internet broadband dengan kapasitas jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional yang saat ini ada di Indonesia. Dan, Electric Propulsion membuat satelit menjadi cost effective dan efisien karena berat satelitnya menjadi sangat ringan dan tentunya menjadikan biaya investasi lebih terjangkau.

Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso mengatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan kini menghadapi tantangan yang luar biasa. Pemerataan akses teknologi digital menjadi salah satu faktor utama dalam pembangunan diyakini perlu mendapat perhatian serius. Angka kesenjangan digital di Indonesia masih sangat besar, dan hal ini dapat menghambat potensi suatu daerah. Bagi Adi, kehadiran jaringan internet bisa menjadi urat nadi pertama yang memberikan peluang besar bagi daerah tersebut.

“Satelit Nusantara Satu merupakan satelit broadband dengan kapasitas tertinggi dan kami berharap dapat semakin memperkuat posisi PSN sebagai pemain utama di industri satelit di Indonesia dan menjadikan PSN lebih handal dalam menjawab tantangan untuk memenuhi kebutuhan akses internet bagi masyarakat Indonesia. Dengan pengalaman dan rekam jejak PSN, kami optimistis satelit baru ini akan memberikan manfaat dan dorongan  bagi percepatan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Nusantara,” kata Adi Rahman Adiwoso di Jakarta, Kamis (23/1).

Menurut Adi, terwujudnya pembangunan satelit ini merupakan hasil pemikiran dan rancangan tim PSN dan perusahaan pembuat satelit dengan didukung pembiayaan dari Export Development Canada (EDC) yang telah terjadi sejak Desember 2017 lalu. Dia berharap satelit ini dapat  memacu semangat untuk terus menjadi bagian kemajuan teknologi bangsa.

“Dengan teknologi tinggi yang dihadirkan Satelit Nusantara Satu, PSN berharap Indonesia memiliki satelit yang dapat menghasilkan bandwidth yang besar dengan harga terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Satelit yang merupakan buatan Space System Loral (SSL), sebuah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, ini sedang dalam persiapan yang rencananya akan diluncurkan pada medio Februari 2019.

Pemimpin Proyek Nusantara Satu sekaligus sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan PSN, Dani Indra Widjanarko, mengungkapkan, “Satelit buatan SSL ini menggunakan platform SSL-1300 140 dengan usia desain selama 15 tahun, memiliki 52 transponder yang terdiri dari 38 transponder C/Ext-C Band dan 8 spotbeam Ku-Band dengan total kapasitas hingga 15 Gigabits per second (Gbps), berat pada saat peluncuran sebesar 4.735 Kg, serta memiliki Spacecraft Power (EOL) sebesar 9985 watt.”

Selain itu, menurut Dani, cakupan C/Ext-C Band Satelit Nusantara Satu meliputi wilayah Asia Tenggara  dan untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS. Satelit ini pun akan diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat.  menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X.

“Setelah meluncur, satelit akan ditempatkan pada slot orbit 146° BT, tepat di atas Papua, Indonesia. Lalu, satelit ini akan dikendalikan melalui  Satellite Control Center yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat,” jelas Dani.

Dani mengatakan, Satelit Nusantara Satu juga menggandeng PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebuah perusahaan asuransi nasional yang  akan memberikan perlindungan sepenuhnya atas resiko peluncuran dan operasional ketika satelit sudah mengorbit.

Kemudian, pengoperasian satelit ini akan dilakukan oleh PT PSN Enam Indonesia yang merupakan anak usaha PT PSN. Perusahaan yang khusus dibentuk untuk pengoperasian Nusantara Satu ini terdiri dari orang-orang yang sangat ahli dan berpengalaman luas dalam pengoperasian satelit.

“Kami yakin setelah mengorbit di angkasa, Satelit Nusantara Satu akan dioperasikan dengan baik dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi masyarakat,” lanjutnya.

Adi menambahkan bahwa Satelit Nusantara Satu yang merupakan inisiatif PSN adalah wujud kemandirian satelit nasional yang memungkinkan seluruh masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan akses internet tanpa tergantung kepada operator satelit asing. Hal ini sejalan dengan komitmen dan konsistensi PSN untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia .

“Peluncuran Satelit Nusantara Satu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan internet domestik dan mengurangi digital gap di Indonesia. Internet telah terbukti menciptakan dan membawa banyak perubahan dalam peradaban manusia. Dengan teknologi internet juga kita berupaya agar setiap warga Indonesia memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk mencapai tingkat kesejahteraan hidup yang lebih baik, dimanapun mereka tinggal,” kata Adi.

Comments
Loading...
More in Ekonomi, Teknologi
Indonesia Street News Lion Air Operasikan Boeing 737 Max-8
AXA Mandiri Bayarkan Klaim Korban Lion Air JT610

Jakarta – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) memiliki komitmen tinggi untuk dapat memberdayakan masyarakat Indonesia agar memiliki kehidupan yang...

Layanan BTN Menyambut Hut KPR ke-42

Close