Lepas Saham 20 Persen, Prodia Incar Dana Rp 1,5 Triliun

“IPO ini merupakan langkah yang tepat bagi Prodia untuk semakin memperluas layanannya di seluruh provinsi di Indonesia yang didukung dengan teknologi mutakhir berstandar internasional.”

Jakarta – PT Prodia Widyahusada Tbk, menawarkan 187,5 juta lembar saham atau 20 persen dari total saham perseroan. Pelopor sekaligus pemimpin pasar laboratorium klinik di Indonesia ini menargetkan perolehan dana segar dari Penawaran Umum Saham Perdana tersebut sebesar Rp 1,172 hingga Rp 1,5 triliun.

“IPO ini merupakan langkah yang tepat bagi Prodia untuk semakin memperluas layanannya di seluruh provinsi di Indonesia yang didukung dengan teknologi mutakhir berstandar internasional,” kata Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty setelah paparan public di Jakarta, Kamis, 10 November 2016.

Sebagai laboratorium klinik pertama di Indonesia yang menjadi perusahaan terbuka, Dewi berharap Prodia menjadi pilihan bagi para investor. “Belum ada satu pun klinik yang masuk bursa. Hanya kami yang pertama dan satu-satunya,” ujar Dewi.

Direktur Utama PT Indopremier Securities, Moleonoto The selaku salah satu penjamin pelaksana emisi efek mengatakan, Prodia merupakan perusahaan laboratorium klinik pertama yang melakukan IPO. Sebagai pemimpin pasar dengan fundamental dan prospek bisnis yang sangat baik, pihaknya berkeyakinan bahwa IPO Prodia akan mendapat respon positif dari para investor.

“Dengan posisi Prodia sebagai pemimpin pasar dan prospek industrinya yang sangat positif, saham IPO Prodia akan menjadi pilihan sangat menarik bagi investor,” kata Moleonoto.

Nantinya, seketar 67 persen dari dana penawaran publik perdana akan digunakan untuk memperbesar jaringan outlet Prodia di Indonesia. Sementara 19 persen akan dialokasikan guna memperkuat kemampuan dan kualitas layanan. Sisanya sebesar 14 persen untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Sampai 30 Juni 2016, Prodia memiliki 251 outlet, 128 laboratorium klinik, lebih dari 3.600 karyawan dengan lebih dari 230 dokter, yang tersebar di 104 kota, 30 propinsi. Laboratorium Klinik Prodia merupakan tempat rujukan bagi sebagian besar rumah sakit dan laboratorium klinik lainnya di Indonesia.

Corporate Secretary Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati menjelaskan, hingga semester I 2016, Perusahaan mampu melakukan sekitar 7 juta jumlah tes yang berasal dari pemintaan individu, rujukan dokter, klien korporasi dan rujukan eksternal, dengan melayani lebih dari 500 jenis tes dan akses kepada lebih dari 3.000 jenis tes lainnya melalui kemitraan dengan laboratorium luar negeri.

“Di tahun 2014 dan 2015, kami telah melayani melayani lebih dari 2,3 juta kunjungan pelanggan di seluruh Indonesia. Dengan didukung jaringan, teknologi dan sumber daya terbaik, kinerja Prodia berhasil tumbuh positif dengan didukung fundamental yang semakin solid,” jelas Indriyanti.

Sementara, Direktur Keuangan Prodia, Liana Kuswandi menambahkan pada semester I 2016, Prodia membukukan pendapatan sebesar Rp 649 miliar, tumbuh 9,8% dari Rp 591 miliar di periode sama 2015. Total aset Prodia mencapai sebesar Rp 591 miliar per 30 Juni 2016. EBITDA Prodia sebesar Rp 100 miliar dan EBITDA margin sebesar 15,5%.

Comments
Loading...
More in Bursa, Ekonomi
kawaski-650
Kawasaki Jagokan Kawasaki Ninja 650 di IMOS

Jakarta – Pabrikan motor asal Jepang, Kawasaki, menghadirkan produk-produk unggulan pada Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2016. Salah satu produk pamungkas...

Honda Penjualan Honda BR-V Meningkat Sepanjang Oktober

Jakarta, 4 November 2016 – Honda BR-V meneruskan tren penjualan bulanan yang kian meningkat selama 4 bulan terakhir, setelah pada akhir Oktober lalu mencatat penjualan...

Close