Logika Transaksi, Sinyal Pasar dan Strategi Trading

Bagaimana melakukan transaksi ? Apa peran sinyal pasar berdasarkan riset pasar modal ? Bagaimana strategi transaksi ? Pertanyaan tersebut adalah beberapa pertanyaan yang sangat penting , pada saat pasar mengalami pertumbuhan atau pelemahan. Selanjutnya mana yang menjadi prioritas dalam melakukan transaksi berdasarkan logika transaksi di pasar modal.

Dalam perkembangan transaksi pasar, terutama dalam transaksi jual beli saham di pasar modal, pendekatan dan implementasi praktek dan teori market microstructure menjadi bagian penting serta intisari dalam menentukan sikap transaksi, seperti halnya sikap untuk memperbesar jumlah transaksi ketika pasar memberikan sinyal positif disertai dengan potensi pergerakan harga pun sebaliknya

Dengan demikian, O’Hara (1995) menyatakan struktur mikro pasar yaitu “The study of the process and outcomes of exchanging assets under explicit trading rules.”Adalah O’Hara yang telah menjelaskan bahwa studi ini membahas bagaimana harga aset terbentuk melalui jual beli yang akhirnya di sepakati dari upaya tawar menawar di pasar serta terbentuknya likuiditas dengan aturan perdagangan yang ada.

Harris (2004) menjelaskan bahwa “Market Mikrostructure is the branch of financial economics that investigates trading and the organization of markets”. Penjelasan tersebut, menjelaskan bahwa struktur mikro pasar merupakan sebuah bagian penting dari ilmu ekonomi dan keuangan yang melakukan penyelidikan perdagangan saham dan organisasi pasar.

Hasbrouck (2007) menyatakkan studi struktur mikro pasar yaitu “The study of the trading mechanisms used for financial securities.” Pernyataan Hasbrouck lebih jelas dari pernyataan O’hara, di mana struktur pasar mikro, secara jelas memberikan penjelasan bagaimana suatu harga terbentuk dari berbagai macam struktur dan komponen yang di perdagangan oleh berbagai macam pihak.

Dan akhirnya kita dapat menyimpulkan sebagai pendahuluan , bahwa teori dan praktek struktur pasar merupakan intisari dari proses transaksi yang di lakukan oleh para pihak yang memiliki harapan pertumbuhan likuiditas, selisih harga dan kinerja suatu harga dalam jangka pendek, menengah hingga panjang.

Apa itu Teori Struktur Mikro Pasar ?

Teori struktur mikro pasar digunakan sebagai pendekatan terhadap potensi perubahan likuiditas suatu harga yang di sebabkan oleh karena perubahan aturan perdagangan. Struktur mikro pasar merupakan sebuah teori baru yang membahas pembentukan harga saham di pasar. Struktur mikro pasar adalah “The study of the process and outcomes of exchanging assets under explicit trading rules” (O’Hara, 1995).

Dengan demikian intisari pendekatan terhadap suatu likuiditas dan potensi harga yang ada di pasar dari teori struktur pasar mikro adalah, menyusun kelompok kelompok yang dapat memberikan pengaruh terhadap potensi perubahan suatu harga di pasar, dan likuiditas yang ada berkaitan dengan susunan organisasi serta aturan yang ada.

Selanjutnya dari perspektif berbeda, struktur mikro pasar dipandang sebagai cabang ilmu ekonomi finansial yang melakukan penyelidikan perdagangan saham dan organisasi pasar (Harris, 2003).

Empat hal penting ?

(Idvall and Jonsson, 2008), teori struktur mikro pasar terdiri dari empat
hal penting, antara lain

1) Pembentukan harga dan penemuan harga

Proses dari penentuan suatu harga untuk aset berdasarkan pada suatu proses permintaan dan penawaran untuk aset tertentu. Para pelaku pasar memiliki pandangan yang berbeda tentang harga masa depan atas aset tersebut, hingga pandangan terhadap durasi waktu kepemilikan suatu aset, sehingga menyebabkan perilaku perdagangan yang di alami akan berbeda beda, dengan demikian harga yang terjadi atas proses tawar menawar akan memiliki kondisi yang berbeda-beda, di sisi lain pada kondisi tersebut terdapat para pihak yang belum menyepakati suatu proses tawar menawar akibat terjadinya negosiasi yang belum berakhir pada persetujuan harga suatu aset tersebut dan kondisi tersebut, para pelaku pasar pun memperhatikan kondisi dan perkembangan dari peraturan setiap pasar yang memiliki pola yang berbeda-beda, sehingga membuat penentuan harga terjadi lebih cepat sehingga pasar lebih efisien.

2) Biaya transaksi dan waktu

Terdapat dua macam biaya: implisit dan eksplisit pada saat pelaku pasar melakukan transaksi untuk membeli suatu aset. Antara lain pajak dan fee broker, di mana , sebagai contoh di Indonesia, fee broker dari setiap sekuritas memiliki nilai yang berbeda-beda, dengan demikian perilaku transaksi dapat mengalami sikap yang berbeda-beda, disertai waktu transaksi pun memiliki waktu yang berbeda-beda

3) Struktur dan desain pasar

Penentuan harga dan aturan, menjadi hari yang sangat penting dalam perilaku transaksi. Struktur yang dimaksud antara lain , kemampuan teknologi, likuiditas pasar, fraksi harga, disertai dengan kondisi peraturan yang terdapat dalam struktur pasar tersebut, yang menyebabkan kondisi transaksi dan kinerja suatu harga memiliki kualitas yang berbeda-beda.

4) Informasi dan pengungkapan

Adalah informasi merupakan sumber dari salah satu upaya untuk menentukan keputusan dan sikap transaksi para pelaku pasar, sehingga  informasi dapat digunakan sebagai salah satu faktor untuk mengelola risiko, terhadap suatu transaksi. Walaupun seluruh pelaku pasar tidak memiliki pola pikir yang sama untuk mengelola informasi untuk menentukan sikap transaksi, hal ini berhubungan dengan Eficiency Market Hipotesis (EMH) Teori Pasar Efisien di mana pasar sulit diidentifikasi dan semua pelaku pasar memperoleh informasi yang sama. Lebih jauh mengenai informasi pasar, para pelaku pasar memberikan makna bahwa informasi pasar tersebut merupakan terjemahan dari sinyal pasar , baik sinyal positif maupun negatif pada suatu waktu tertentu.

Kemudian setelah apa yang menjadi empat bagian penting tersebut diutarakan, maka aspek likuiditas menjadi bagian berikutnya untuk memberikan pengaruh terhadap kinerja suatu harga, dengan demikian penting bagi pendekatan struktur pasar mikro memperoleh kondisi likuiditas yang terjadi pada suatu waktu.

Liquidity

Maka setelah empat hal penting tersebut menjadi bagian penting, selanjutnya adalah, likuiditas, di mana likuiditas adalah salah satu bagian yang paling menarik untuk dikaji dari penelitian teori struktur mikro pasar adalah tentang kualitas pasar O’Hara (1995) menyatakan bahwa likuiditas adalah salah satu komponen yang memberikan wawasan penting terhadap tingkah laku pasar dan hubungan timbal balik di dalamnya serta dianggap sebagai pemeran utama dalam pembentukan pasar.

Hameed dan Terry (1998) menemukan bahwa penurunan fraksi harga saham mampu meningkatkan volume perdagangan dengan syarat saham tersebut aktif diperdagangkan.

Gerace et al. (2012),menyatakan bahwa di mana penurunan fraksi harga berpengaruh pada peningkatan likuiditas pasar dan berkontribusi pada kenaikan harga minimum di pasar keuangan

Bodie et al. (2011:426),menyatakan likuiditas dari sebuah aset terkait kemudahan dan kecepatan untuk  menjual pada harga pasar.

Likuiditas suatu saham diukur oleh beberapa indikator, misalnya jumlah saham yang beredar, trading frequency, trading volume, price change, dan spread (Wyss, 2004).

Likuiditas adalah kemampuan untuk melakukan transaksi pada saat itu juga pada harga yang sesuai dengan kondisi permintaan dan penawaran.

(Bennemark and Chen, 2007).

Wyss (2004) mendefinisikan empat aspek atau dimensi pasar keuangan yang likuid yaitu, trading time, tightness, depth, resiliency. Di mana trading time adalah ruang waktu antar dua transaksi, baik itu transaksi beli maupun transaksi jual. Sedangkan, tightness adalah kemampuan untuk membeli atau menjual sebuah aset pada harga yang sama pada waktu yang sama atau dalam harga yang sama. Kemudian depth adalah kemampuan untuk membeli atau menjual sebuah aset dalam jumlah tertentu tanpa adanya pengaruh pada harga yang tercatat di pasaran pada suatu waktu. Dan resiliency adalah kemampuan untuk membeli atau menjual sebuah aset dalam jumlah tertentu dengan hanya sedikit pengaruh pada harga yang tercatat.

Sinyal transaksi berdasarkan informasi

Terdapat dua faktor yang memberikan pengaruh terhadap sikap transaksi para pelaku pasar pada saat menerima sinyal pasar, dengan beberapa bukti bahwa pelaku pasar akan meningkatkan kualitas order berdasarkan ukuran baik lebih besar maupun ukuran yang lebih kecil, selanjutnya, sumber informasi tersebut yang diperoleh dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu , para pelaku pasar yang menerima informasi dari sumber informasi utama dengan apa yang di sebut informed trader, maupun pelaku pasar yang memperoleh sumber informasi berdasarkan isu atau rumor , dengan apa yang di sebut uninformed trader, The Approacrh taken by Easley and O’Hara, and similar approach by Glosten and Milgrom.

Informed Trader Selanjutnya Unformed Trader

Hingga informed trader cenderung meningkatkan jumlah transaksi berdasarkan sumber informasi utama, sedangkan uninformed trader, memperhatikan tingginya kualitas transaksi dan likuiditas, untuk selanjutnya memutuskan sikap transaksi berdasarkan likuiditas yang ada pada satu waktu

Dua Faktor Sinyal Pasar Berdasakan Infomasi, Sinyal Tinggi dan Sinyal Rendah

Terdapat dua faktor yang memberikan pengaruh terhadap sikap transaksi para pelaku pasar pada saat menerima sinyal pasar, dengan beberapa bukti bahwa pelaku pasar akan meningkatkan kualitas order berdasarkan sinyal pasar yang kuat maupun yang lemah, selanjutnya, kualitas sinyal tersebut akan memberikan dampak terhadap besarnya nilai transaksi. Sedangkan sinyal dengan kualitas rendah akan memberikan dampak terhadap besarnya atau kecilnya nilai transaksi.

Semenetara informasi dengan kualitas tinggi, dipengaruhi oleh informed trader, sedangkan uninformed trade akan memberikan efek terhadap sinyal pasar tersebut, sebagai bukti bahwa uninformed trader pun sepakat, melalui bentuk transaksi dengan hasil akhir menguatnya likuiditas pasar, The Approacrh taken by Easley and O’Hara, and similar approach by Glosten and Milgrom.

Akhirnya, Logika Transaksi, Sinyal Pasar dan Strategi Transaksi

Dengan demikian, hal tersebut di atas menjadi konsep dari pada  logika transaksi berdasarkan kinerja suatu harga, kemudian informasi yang diterima di pasar pada suatu waktu tertentu yang akan mempengaruhi likuiditas pasar dan akhir dari pada kesimpulan tersebut di atas, pelaku pasar dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan transaksi berdasarkan logika untuk menentukan strategi transaksi jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang.

Di mana, Logika Transaksi

Dipengaruhi dari terbentuknya penemuan harga, biaya transaksi dan informasi yang ada.

Sedangkan Sinyal Pasar

Informed trader yang memperoleh informasi utama serta uninformed trader ikut serta mengambil sikap transaksi berdasarkan likuiditas dan kondisi pasar, menjadi hal penting untuk menjelaskan kualitas dari sinyal pasar tersebut, Dengan kualitas tinggi atau pun rendah akan memengaruhi nilai transaksi yang akan berdampak terhadap dinamika likuiditas.

Dan, Strategi Transaksi

Menjadi hal yang sangat penting saat likuiditas memiliki peran bagi kinerja harga satu aset atau saham itu sendiri, dengan kesimpulan akhir bahwa strategi pasar akan lebih optimal dengan mempertimbangkan adanya sinyal pasar dan logika transaksi.

*Lucky Bayu Purnomo SE.,ME.,CSA.,CTA
Program Doktoral Ilmu Ekonomi, Dosen Pasca Sarjana Universitas Trisakti, Equity Research Danareksa dan Penulis Buku Pasar Modal

Comments
Loading...